Skip to main content

Cara Melakukan Transfer Domain

Ternyata bukan hanya uang saja yang bisa di transfer, domain juga bisa di transfer. Dan di artikel ini saya akan bahas tentang cara melakukan transfer domain. Serta alasannya kenapa harus melakukan perpindahan domain ini dari layanan yang satu ke layanan yang lainnya. Mungkin disini teman-teman sudah pernah melakukan transfer domain. Dan sudah tahu apa itu transfer domain. Atau hanya sekedar tahu saja tentang transfer domain.

Cara Melakukan Transfer Domain
Saat ini, atau saat artikel blog ini dibuat. Saya sudah melakukan proses transfer domain untuk blog digitalpoin.com ini. Prosesnya masih berjalan karena menurut penyedia domain yang lama ataupun yang baru, proses transfer membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu. Ternyata proses transfer ini tidak seperti transfer uang yang dalam hitungan detik sudah bisa diterima oleh yang lainnya. Padahal saya pikir untuk proses ini bisa segera selesai ternyata tidak.

Okey tak apalah jika prosesnya bisa sampai 1 minggu. Saya berharap proses ini secepatnya selesai dan domain blog ini tidak berada di layanan yang sekarang masih berjalan hingga proses transfer selesai. Kenapa saya melakukan transfer domain? Alasan utamanya adalah karena saya tidak puas dengan layanan dari penyedia domain tersebut.

Bagaimana Cara Melakukan Transfer Domain?


Rencana ini sudah saya pikirkan awal tahun 2020 ini tapi karena ada kendala yang bikin saya mumet hingga baru sekarang ini fix. Akhirnya saya segera melakukan transfer domain ini. Untuk melakukan proses perpindahan domain ini dari layanan yang satu (registrar) ke yang lainnya sebenarnya sangat mudah dilakukan. Berikut caranya:
  1. Login ke akun domain dimana Anda membelinya.
  2. Setelah masuk ke dashboard. Pilih Domain dan lakukan Setting dan pilih menu Transfer atau menu apapun yang mengarah ke Kode EEP.
    EPP Code ini adalah kode rahasia yang digunakan untuk prossesing domain transfer atau disebut juga sebagai domain authorization code. Tanpa adanya kode ini, proses transfer tidak bisa dilakukan. Jika akses kode tidak bisa dibuka, hubungi pihak penyedia untuk meminta Kode EPP.

    Saat menghubungi penyedia, jangan lupa sampaikan kalau akan melakukan perpindahan domain ke registrar lainnya. Selain itu, jangan lupa untuk meminta membuka kunci keamanan domain. Karena hampir semua penyedia melakukan Locked terhadap domain customer mereka. Jika domain masih dalam keadaan terkunci atau Locked maka proses transfer bisa gagal. Jadi sampai disini Anda sudah mendapatkan:
    • EEP Code
    • Pemberitahuan transfer
    • Domain dalam keadaan Unlocked
  3. Selanjutnya Anda melakukan order domain ditempat registrar lainnya. Caranya sama persis ketika Anda membeli domain baru, bedanya hanya pada prosesnya:
    1. Lebih baik buatlah akun terlebih dulu. Jika sudah punya akun, langsung Login.
    2. Carilah menu order transfer pada layanan registrar tersebut. Jika tidak ditemukan, bertanyalah di Live Chat.
    3. Setelah menu order transfer ditemukan, masukkan nama domain Anda. Domain yang sudah Anda miliki sebelumnya. Setiap layanan memiliki cara yang berbeda, ada yang hanya nama domainnya saja dan ada yang dengan ekstensinyas secara lengkap. Misalkan digitalpoin, digitalpoin.com.

      Berikut 2 contoh berbeda dalam melakukan order transfer domain:

      transfer domain

    4. Saat melakukan proses order transfer domain, jangan lupa untuk memasukkan kode EPP yang sudah ada.
    5. Lanjutkan prosesnya sampai Checkout atau Pembayaran.
    6. Lakukan pembayaran sesuai dengan harga domain yang ada pada layanan tersebut.
    7. Transfer dan verifikasi pembayaran. Setelah proses verifikasi selesai maka proses order transfer sudah selesai dan Anda menunggu kurang lebih 1 minggu. Ada pemberitahuan di email kalau proses transfer berhasil.
    8. Selanjutnya akan ada email pemberitahuan dari registrar pertama. Pemberitahuan ini menanyakan apakah Anda akan melakukan transfer domain? Jika tidak, klik link. Jika iya atau tetap melakukan transfer, abaikan saja. Dan dari sinilah hubungan Anda dengan registrar pertama berakhir.
  4. Setelah 1 minggu atau kurang lebih 5 hari - 7 hari proses perpindahan domain dari registrar pertama ke registrar kedua. Langkah selanjutnya adalah melakukan setting DNS dan CNAME ulang di registrar kedua.
  5. Lakukan setting DNS dan CNAME sesuai kode yang ada di Blogspot kedalam pengaturan domain di registrar kedua. Caranya sama ketika Anda melakukan custom domian untuk Blogspot. Jika masih bingung, bertanyalah di Live Chat layanan.
  6. Jika setting domain sudah selesai dalam pengaturan DNS dan CNAME. Tunggu beberapa saat karena domain Anda sudah baru lagi karena berada ditempat yang baru dan melakukan Propagansi yang setiap layanan membutuhkan waktu yang berbeda.
  7. Selesai. Dan blog Anda kembali online dengan registrar baru.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan:

Dalam melakukan transfer domain pasti ada kekhawatiran yang terbesit dan ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab sendiri. Berikut kekhawatiran dan pertanyaan yang saya alami sebelum melakukan perpindahan domain:
  1. Apakah perlu biaya untuk melakukan transfer?
    Tentu saja iya, karena perpindahan domain ini sama dengan melakukan order domain baru dengan domain yang sudah ada ditempat lain.
  2. Kenapa harus bayar lagi, bukankah biaya domain lama masih ada?
    Karena sudah menggunakan registrar baru dan biaya di tempat penyedia yang lama langsung hangus dan tidak ada refund.
  3. Bagaimana dengan masa berlaku domain?
    Masa berlaku domain adalah tetap sejak domain di order dari awal.
  4. Apakah artikel dan tampilan blog berubah?
    Selama masih dalam bentuk custom domain, artikel dan tampilan masih tetap dan tidak ada perubahan.
  5. Apakah akan mempengaruhi indeks blog di search engine?
    Tidak, Google akan tetap mengindeks blog. Namun selama proses Propagansi pengaturan domain, blog tidak bisa diakses untuk beberapa saat. Biasanya paling lama 1x24 jam atau tergantung dari layanan.
Bagaimana masih ingin melakukan transfer domain? Jika dibutuhkan dan benar-benar urgent, silahkan lakukan tapi selama masih bisa dipertahankan dan tidak bikin bete. Tergantung dari keputusan Anda melakukannya. Poin-poni diatas bisa dijadikan panduan dalam melakukan perpindahan domain Anda ketempat yang baru. Selamat menikmati :)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Jangan pasang link ya...

20 Komentar

  1. Indeks blognya ga berubah berarti ya, Bang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak mas, selama masih tetap online dan selalu melakukan update pada blognya

      Hapus
  2. Saya juga kemarin baru saja melakukan transfer domain karena perpanjangan di penyedia domain yang lama sangat mahal hehe,,,akhirnya dapet yang harga standard,,,lumayanlah bisa ngirit disaat pandemi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini tips tambahan yang bagus kang, dan yang penting layanannya juga bagus

      Hapus
  3. Belum pernah buat lagi. Masih setia dengan blogspot.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kedepannya sudah menggunakan domain ya kak :)

      Hapus
  4. saya pernah sekali ketika domain saya katanya sudah berhak cipta, akhirnya saya berikan domain tersebut.

    saya pakai dua penyedia domain, yang satu lebih mahal, rencananya mau transfer domain masih saya pertimbangkan

    BalasHapus
  5. Saya pernah pengalaman ingin transfer domain ke provider lain, karena harga domain pada provider sebelumnya sangat melonjak tinggi. Tapi transfernya tidak berbuah baik, karena untuk melepas dari provider sebelumnya agak ribet sekali. Kode EPPnya tidak tersedia di dashboard, jadi kebingungan lah pada waktu itu.. Soalnya domain sudah terlanjur dilepas dan otomatis domain gak bisa diakses, karena terlalu lama akhirnya saya ganti domain baru .id.. sedih banget sih waktu itu.. semoga tidak terjadi lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti yang bermasalah di registar sebelumnya mas yang mempersulit customernya

      Hapus
  6. Transfer domain bikin broken link gak sih? Apa harus transfer sebelum domain expired ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak mbak iid, tidak link yang rusak karena domainnya tetap yang lama.
      Kalau transfer domain lebih baik jangan nunggu expired karena tidak bisa dilakukan transfer. Transfer domain hanya bisa dilakukan saat domain masih aktif.

      Hapus
  7. Ternyata caranya seperti itu, terima kasih buat ilmunya Mas.
    Mana tau ntar penyedia layanan domainnya bikin bete atau harganya makin mahal, bisa transfer aja.

    BalasHapus
  8. Aku catat dulu caranya, ya.
    Sementara ini aku pakai blogspot dulu.
    Terimakasih ilmunya, mas.

    BalasHapus
  9. wah lumayan ribet juga ya bang, untuk orang yang belum berpengalam custom domain, atau beli domain, apalagi transfer domain, yah mungkin semuanya akan mudah kalo udah di praktekin dan di pelajarin :D

    BalasHapus
  10. tunggu berpenghasilan dulu, baru nyari tutorial ini, dicari saat dibutuhkan bagaikan gunting kuku, remote tv. Wajib di bookmark biar nggak kemana-kemana.

    BalasHapus
  11. Saya save ah.
    Saya udah bayar 2 tahun sih, jadi masih ada setahun lagi baru perpanjangan.

    Kalau transfer domain nggak mengubah performa blog ya?

    Jujur saya agak males utak atik gituan, dulu beli domain aja puyeng aktifinnya hahahaha.
    Semoga nggak naik dah sewa domainnya, setidaknya kudu dipersiapkan dananya kali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada pengaruhnya mbak, performa blog tetap bagus..
      Sekarang sewa domain lumayan, kecuali nunggu ada promo :)

      Hapus
  12. Kalo kita pindah ke penyedia yang baru, kira2 umur domain dihitung dari yang lama atau yang baru ya? Penasaran sih, soalny belum pernah pindah layanan.

    BalasHapus