Skip to main content

Cara Aman Pinjam Uang Online di Aplikasi Pinjaman

Cara Aman Pinjam Uang Online di Aplikasi Pinjaman - Pernah tergiur untuk pinjam uang secara online? Apalagi saat ini sudah banyak promosi yang dilakukan oleh beberapa penyedia jasa keuangan (fintech) yang menawarkan pinjaman uang secara online. Bahkan dalam bentuk aplikasi pada ponsel Android dan iOS juga sudah banyak.

Tentu saja penawaran atau promosi yang mereka lakukan sangat menggiurkan. Apalagi dengan segala kemudahan dan proses cepat yang dijanjikan, banyak yang penasaran dengan jasa keuangan yang satu ini. Bahkan tidak sedikit yang langsung melakukan pengajuan pinjaman uang secara online tersebut.

Padahal sebelum melakukan pinjaman uang secara online, ada banyak hal yang harus diketahui dan dipelajari. Jangan hanya melihat faktor mudah dan faktor proses cepat pencairan uang yang didapatkan. Karena terkadang apa yang terlihat mudah ternyata sulit dan malah menjadi beban berat saat menjalaninya.

Cara Aman Pinjam Uang Online di Aplikasi Pinjaman

Begitu juga dengan pinjam uang online, ada banyak hal yang harus dipelajari dulu. Misalkan badan usaha tersebut resmi atau tidak, proses kerjanya bagaimana, bunga pinjamannya berapa, jaminannya apa, ada alamat kantornya nggak, berapa lama badan usaha tersebut berdiri dan sebagainya. Jika badan usaha tersebut abal-abal, maka Anda akan mengalami kerugian yang besar.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman uang secara online, pelajari dulu semua yang berhubungan dengan aktivitas layanan tersebut. Dan dibawah ini ada beberapa hal yang bisa Anda pelajari yaitu cara aman pinjam uang online, baik itu menggunakan aplikasi pinjaman atau tidak :

1. Pilih Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar OJK
Banyak sekali aplikasi pinjaman uang secara online yang bertebaran di internet, namun dari semua itu pasti ada yang tidak resmi. Oleh karena itu, agar proses pinjam uang tetap aman dan lancar, pilih aplikasi yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Anda bisa melihat daftar resminya di website OJK.

Perlu diperhatikan juga, banyak aplikasi pinjaman online yang mencantumkan logo OJK seakan-akan mereka sudah terdaftar di OJK padahal tidak. Cara tersebut dilakukan hanya untuk mengelabui masyarakat saja.

2. Info Bunga Pinjaman Transparan dan Tidak Tinggi
Meskipun dalam aturan OJK di POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tidak mengatur besarnya bunga dari fintech namun di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam code of conduct AFPI telah mengatur bahwa jumlah total biaya pinjaman tidak boleh melebihi suku bunga flat 0,8% per hari. Oleh karena itu, jika Anda mengajukan pinjaman uang dengan suku bunga 1%, sebaiknya jangan memilih layanan tersebut.

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman

3. Biaya Administrasi dan Keterlambatan
Bagian ini yang sering dilewatkan oleh hampir semua nasabah. Mereka jarang menanyakan tentang biaya administrasi dan biaya keterlambatan saat mengajukan pinjaman. Perlu Anda ketahui, semua layanan pinjaman uang menetapkan biaya administrasi dan keterlambatan yang harus di tanggung oleh nasabah.

Biaya administrasi ini biasa muncul setelah pencarian uang dilakukan. Misalkan Anda mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 3 juta, ternyata Anda tidak mendapatkan uang tersebut utuh tapi sudah terpotong biaya administrasi. Misalnya biaya administrasinya Rp 200.000, maka Anda mendapatkan uang Rp 2.800.000.

Selain itu, biaya keterlambatan. Masih banyak yang belum mendapatkan informasi tentang biaya keterlambatan atau denda saat angsuran pinjaman terlambat. Jika Anda tidak mendapatkan penjelasan, lebih baik bertanya. Berapa denda yang ditetapkan dan mulai hari ke berapa denda ditetapkan? Beberapa badan usaha keuangan seperti bank nasional atau swasta menetapkan kalau denda keterlambatan berlaku pada hari ketiga. Hari keempat dan seterusnya denda sudah berjalan.

4. Tanggal Jatuh Tempo
Setelah proses pinjaman uang Anda cair, jangan lupa untuk selalu mengingat tanggal angsuran per bulan yang menjadi tanggungjawab Anda. Jangan sampai telat karena ada denda yang menanti.

5. Resiko Menunggak Pinjaman Online
Apa resikonya? Tentunya ada biaya keterlambatan dan proses penagihan. Nah dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah proses penagihan. Bagaimana cara mereka melakukan penagihan? Apakah menggunakan sistem debt collector? Atau hanya dihubungi per telepon? Berapa kali Anda sering di tagih jika telat 1 bulan? Bisa kah melakukan perjanjian? Berapa bulan menunggak sehingga debt collector datang ke rumah Anda? dan berapa bulan Anda akan di black list karena sudah menunggak?

Jika sudah di black list atau masuk dalam daftar hitam maka untuk berikutnya Anda akan mengalami kesulitan. Kesulitan dalam hal ini proses pinjam meminjam ke bank atau layanan pinjaman uang lainnya. Karena secara otomatis data Anda sudah masuk dalam daftar hitam di otoritas jasa keuangan. Ada catatan buruk tentang Anda yang akan tampil di komputer bank di seluruh Indonesia karena tidak bayar.

6. Data Pribadi Nasabah Aman
Jika Anda menggunakan aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK maka data kontak yang Anda di ponsel Anda akan aman. Karena aturan ini sudah ditetapkan oleh OJK. Bahkan pihak perusahaan pinjaman online tidak memiliki hak untuk mendapatkan data apapun yang ada di ponsel nasabahnya, apalagi mengakses atau menjual data tersebut ke pihak ketiga.

Contoh Kasus:
Ada teman Anda yang pinjam uang online menggunakan aplikasi. Ternyata teman Anda tersebut menunggak pembayaran 3 bulan lebih. Pihak perusahaan sudah menghubungi teman Anda namun teman Anda belum bisa bayar. Anda sering kontak dengan teman Anda tersebut. Dan tiba-tiba, ada SMS pemberitahuan untuk menyampaikan ke teman Anda kalau teman Anda telah telat bayar angsuran pinjaman. Padahal Anda tidak tahu apa-apa. Kok bisa ada SMS seperti itu?

Jawabannya adalah karena pihak pengirim SMS telah melakukan akses data di kontak teman Anda. Mereka mengakses data orang-orang yang sering kontak dengan teman Anda di ponsel teman Anda. Siapa yang kontak maka dia lah yang akan di beri tahu melalui SMS atau apa saja.

Kok bisa pihak perusahaan mengetahui akses yang ada di ponsel teman Anda? Silahkan buka baca caranya di Dapat SMS Untuk Orang Lain di Ponsel Kita, Kok Bisa ya?

7. Memiliki Layanan Konsumen
Perusahaan atau layanan pemberi pinjaman uang yang resmi memiliki layanan informasi yang lengkap seperti nomor telepon yang bisa dihubungi saat ada permasalahan, alamat kantor yang jelas, memiliki layanan info di sosial media, memiliki email, dan bahkan memiliki website. Jika mereka tidak memiliki informasi yang tidak jelas, lupakan saja mereka.

8. Syarat dan Ketentuan Lainnya
Baca juga syarat dan ketentuan lainnya yang berlaku. Karena selain poin diatas, masih banyak syarat dan ketentuan yang harus Anda ketahui.

Saat ini meminjam uang sudah semakin mudah dan cepat. Termasuk syarat dan ketentuan yang berlaku. Begitu juga dengan layanan pinjaman uang secara online yang menggunakan aplikasi online juga tumbuh dengan pesat. Semakin banyaknya mereka itu menandakan semakin mudahnya meminjam uang. Namun Anda harus tetap hati-hati karena banyak aplikasi pinjaman online yang tidak resmi.

Oleh karena itu, cara aman pinjam uang online yang saya tulis di artikel ini semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming mudah dan dan proses cepat cair, pelajari dulu syarat dan ketentuannya.