Skip to main content

Apakah Non Muslim yang Baik Bisa Masuk Surga?

Apakah Non Muslim yang Baik Bisa Masuk Surga? Dalam pandangan Islam yang disebut non muslim adalah orang yang bukan Islam. Apakah non muslim tersebut termasuk kafir? Bisa iya dan bisa tidak. Karena didalam setiap kepercayaan, memiliki aturan dan tuntunan yang berbeda. Begitu juga ketika konteks dari judul artikel ini di tulis oleh orang non muslim.

Mereka (Non muslim) tentunya memiliki pandangan yang berbeda juga. Dan berpikiran, Apakah muslim yang baik bisa masuk surga? Karena sebagai seorang muslim, kita pernah melihat atau ada orang muslim disekitar kita yang sangat baik namun ia tidak sholat dan menjalankan ibadah lainnya. Apakah orang muslim yang seperti ini bisa masuk surga?

Dari 2 pandangan tersebut, tentunya masing-masing memiliki pembenaran tersendiri. Non muslim dengan keyakinannya dan yang muslim tentu dengan keyakinannya juga dalam menyikapi hal tersebut. Jika orang sudah berbicara agama, maka termaktublah sebuah ungkapan "Bagimu agamamu, bagiku agamaku" maka ada perbedaan yang harus dipahami.

Apakah Non Muslim yang Baik Bisa Masuk Surga

Begitu juga dalam menilai sebuah kebaikan dan amal shaleh. Kebaikan dan amal shalih adalah 2 kata yang sepintas memiliki arti yang sama, namun berbeda dalam maksud dan tujuannya. Kebaikan memiliki arti yang luas yang termasuk didalamnya adalah saling membantu sesama, berkata jujur, berbakti kepada orang tua, dan tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.

Sedangkan amal shalih adalah bentuk kebaikan yang lebih spesifik yang sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang ada didalam agama Islam. Apa saja amal shalih tersebut? Bertaqwa kepada Allah, menjalankan ibadah sholat, puasa, sedekah, haji dan kebaikan lainnya yang sudah disebutkan diatas.

Jadi dari sini kebaikan yang dilakukan oleh non muslim dalam artian disini bukan lah amal shalih yang terdapat dalam pandangan agama Islam. Karena kebaikan yang dilakukan oleh non muslim tidak termasuk dalam bertaqwa kepada Allah seperti sholat, puasa, dan haji. Kebaikan yang mereka lakukan hanya sebatas untuk urusan duniawi saja.

Bagaimana kalau mereka menganggap yang dilakukan itu untuk akhirat juga?
Sebagai seorang muslim yang baik, seharusnya lah kita menghormati pendapat mereka dalam berkeyakinan. Kita tidak boleh memaksakan kehendak dan pandangan kita yang sesuai dengan ajaran Islam kepada mereka. Begitu juga dengan artikel yang saya tulis ini, artikel ini tidak bermaksud memojokkan non muslim tapi tulisan ini adalah tulisan yang saya buat berdasarkan kepercayaan dan agama yang saya pegang sejak dalam kandungan, Islam.

Jadi kebaikan dan amal shalih memiliki makna yang berbeda. Begitu juga dengan tindakan yang diterima dan setiap kebaikan yang dilakukan tersebut. Kebaikan yang dilakukan oleh non muslim hanya untuk duniawi saja sehingga tidak ada nilai untuk akhirat. Sedangkan amal shaleh, mencakup keduanya. Dunia dan akhirat.

Meskipun non muslim melakukan kebaikan dan mengharapkan balasan di akhirat atas kebaikannya tersebut, tentunya mereka tidak akan pernah mendapatkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran surah Al Furqan ayat 23 yang artinya "Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." Dan dalam Al Quran surah An Nur 39 yang artinya "Dan orang-orang yang kafir kapada Allah, amal-amal yang mereka kerjakan tidaklah diberikan pahala sama sekali, ia laksana fatamorgana di tanah yang rendah lagi datar, yang dilihat dan disangka air oleh orang-orang yang sangat dahaga, lalu ia pun mendatanginya, tetapi ketika mendatanginya dia tidak mendapati apapun".

Dan menurut hadist riawat Muslim No. 2162 disebutkan, Rasulullah bersabda yang artinya "Bahwasanya Allah tidak mendzolimi seorang mukmin atas amalan kebaikan yang dia lakukan, Allah membalas kebaikannya di dunia dan di akhirat. Adapun orang kafir Allah memberinya makanan (rizki) di dunia sebagai balasan atas kebaikannya, akan tetapi ketika seorang di akhirat nanti, maka kebaikannya tidak ada nilainya lagi dan dia tidak mendapatkan balasan apa-apa."

Begitu juga menurut ijma' ulama dalam Syarah Shohih Muslim, 17/150 "Bahwa seorang kafir setelah meninggal dunia, dia tidak mendapatkan pahala di akhirat dan tidak mendapatkan balasan atas amalan kebaikan yang dia lakukan di dunia".

Dari penjelasan yang ada dalam Al Quran dan dalil yang disebutkan diatas, maka setiap perbuatan yang dilakukan oleh non muslim tidak akan mendapatkan balasan apapun di akhirat. Balasan atas kebaikan ini adalah pahala, pahala yang diterima di akhirat adalah Surga. Jadi kebaikan mereka hanya mendapatkan balasan di dunia saja.

Jadi dalam pandangan Islam, non muslim tidak mungkin masuk surga atas semua kebaikan yang dilakukannya di dunia. Karena tidak memenuhi syarat sebagai amal sholeh.

Semoga artikel ini tidak menjadikan perdebatan yang panjang karena seyogyanyalah dalam menjalin hubungan antar sesama yang berbeda pandangan terhadap keyakinan dan kepercayaannya, tetap saling menghormati satu sama lain.