Sudah Saatnya Google Menghadirkan Template Blogger untuk Berbagai Kebutuhan Website
Roni
Sudah bertahun-tahun saya menggunakan Blogger untuk segala keperluan, mulai hanya sekedar membuat artikel, blog coba-coba, hingga untuk jualan sudah pernah saya lakukan. Begitu juga untuk tampilan blog, awal-awal saya menggunakan template default yang versi Picture Window, karena saya tertarik dengan tampilannya meskipun ada yang versi Awesome Inc yang juga lebih menarik dan lebih modern waktu itu...
Namun seiring perkembangan kebutuhan, ternyata template Blogger itu tidak cocok untuk kebutuhan saya, misalkan waktu itu saya ingin membuat blog untuk jualan sepeti toko online, ternyata template-template itu sangat terbatas dan kurang menarik.

Karena pada waktu itu saya belum bisa edit tampilan blog melalui kode CSS dan HTML, saya pun menggunakan template kustom toko online yang waktu itu dibuat oleh O-Om aka mas Agus Ramdhani yaitu Blogger Store, dan seiring perkembangan kode script ternyata script di template toko online sudah tidak berfungsi. Sebenarnya untuk saat ini ingin saya perbaiki template Blogger Store itu tapi kok ya banyak yang harus diubah, akhirnya ya ga jadi, mending bikin yang lebih fresh saja.
Saya sendiri sering utak-atik kode template dan bukan pembuat kode template, hanya dari tempate gratisan bisa saya ubah menjadi template yang saya inginkan. Mulai dari template untuk toko online, landingpage dan sebagainya, bahkan beberapa tahun yang lalu saya sempat membuka jasa pembuatan blog dan tampilan blog.
Dari pengalaman-pengalamn itu, sebenarnya ide dan keinginan saya untuk Blogger ini adalah kenapa Google belum menyediakan pilihan template yang lebih lengkap untuk kebutuhan berbeda? Kenapa hanya template-template itu saja yang dari dulu sampai sekarang tidak ada update yang lebih menarik?
Blogger Bukan Sekadar Blog Teks
Dulu, Blogger identik sebagai media untuk menulis artikel, menampilkan gambar galeri, atau hanya sekedar teks-teks biasa atau sebagai pengganti diary. Seiring berjalannya waktu, pengembang template di luar sana mulai berkreasi dengan mengubah tampilan-tampilan Blogger menjadi lebih baik, lebih dinamis dan menarik. Mereka membuat desain yang jauh dari tampilan default. Ada yang fokus ke halaman landing, ada yang dirancang khusus untuk menampilkan produk, ada pula yang mirip profil profesional atau kumpulan tautan bio.
Perubahan itu terjadi memang tidak ada larangan dari Google, selama tetap mengikuti kebijakan konten yang berlaku, kreatifitas itu terus berkembang sampai saat ini. Hasilnya, banyak pengguna memanfaatkan Blogger untuk keperluan di luar menulis artikel biasa.
Pengalaman itu membuat saya sadar bahwa platform ini sebenarnya cukup fleksibel. Masalahnya, tidak semua orang mau atau mampu mengutak-atik kode. Banyak yang hanya ingin langsung pakai, lalu fokus ke isi konten atau produk yang dijual. Dengan adanya perubahan kebutuhan ini, kehadiran pilihan template resmi dari Blogger bisa sangat membantu sesuai yang diinginkan oleh pengguna platform ini.
Kenapa Blogger Perlu Menyediakan Lebih Banyak Pilihan Template?
Kalau dilihat dari sisi pengguna, termasuk saya, permintaannya sudah jelas sesuai perubahan dan keinginan pengguna platform ini. Orang ingin memakai Blogger untuk landing page sederhana, toko online skala kecil, portofolio, profil usaha, link bio, bahkan situs pendidikan. Template kustom yang beredar di pasaran sudah membuktikan bahwa kebutuhan itu nyata. Mereka dijual, dipakai, dan terus dikembangkan.
Saya pernah membeli satu template seharga sekitar Rp150 ribu lebih dari mas Adhy Suryadi dan mas Sugeng. Desainnya bagus, supportnya cukup responsif, tapi tetap saja ada bagian yang harus disesuaikan secara manual. Bayangkan kalau Google sendiri yang menyediakan versi resmi. Prosesnya pasti lebih mudah. Instalasi langsung dari dashboard, update otomatis, dan jaminan kompatibilitas dengan fitur Blogger yang terus berubah tetap sesuai dan tidak ada error.
Kalau template-template itu dimasukkan ke dalam fitur premium Blogger, saya rasa banyak yang tertarik. Harganya juga tidak perlu mahal. Kalau di luar sana sudah Rp150 ribu untuk satu template, Blogger bisa menawarkan paket yang lebih terjangkau. Misalnya langganan bulanan atau tahunan dengan akses ke beberapa desain sekaligus. Itung-itung itu bisa jadi sumber pendapatan tambahan buat Google juga kan? Yaa sambil membuat ekosistem Blogger ini hidup kembali.
Dari pengalaman saya mengutak-atik kode, fitur seperti ini akan sangat memudahkan. Pengguna seperti saya tidak perlu lagi menghabiskan malam-malam hari hanya untuk memperbaiki tampilan mobile atau menyesuaikan posisi widget. Orang yang ingin mulai usaha kecil di internet juga bisa langsung pakai Blogger tanpa harus pindah ke platform lain yang lebih rumit atau berbayar mahal.
Jenis Template yang Paling Dibutuhkan
Seandainya fitur template atau tema di Blogger ini diupdate untuk berbeagai kebutuhan, bukan hanya sekedar untuk artikel saja, ada beberapa jenis tema atau template yang sering saya lihat dan saya coba sendiri yaitu:
- Landing page sederhana untuk promosi produk atau jasa
- Tampilan toko online dengan galeri produk dan tombol pesan, bisa terintegrasi ke email atau Whastapp
- Portofolio untuk menampilkan karya foto, desain, atau tulisan
- Halaman profil profesional atau personal branding
- Kumpulan tautan bio yang rapi dan mudah dikustomisasi
- Template edukasi untuk materi pelajaran atau kursus singkat
Kalau Google menyediakan template Blogger untuk website dengan kategori-kategori seperti itu, pengguna tinggal pilih sesuai tujuan. Misalkan toko online, saat ini jualan di marketplace sudah dikenai pajak, daripada menggunakan marketplace lebih baik membuat toko online dengan brand sendiri, pasti lebih baik.
| Jenis Kebutuhan | Yang Biasanya Dicari | Kendala Saat Ini |
|---|---|---|
| Toko kecil | Galeri produk, tombol WhatsApp | Harus ubah kode manual |
| Portofolio | Grid gambar responsif | Template default kurang visual |
| Link bio | Daftar tautan rapi | Tampilan masih terasa blog biasa |
| Landing page | Call to action jelas | Perlu penyesuaian panjang |
Tabel di atas hanya gambaran kasar berdasarkan apa yang sering saya temui saat membantu teman atau mengerjakan blog sendiri. Kendalanya hampir selalu sama yaitu template default kurang fleksibel untuk kebutuhan spesifik.
Pengalaman Pribadi Mengutak-atik Template Blogger
Saya mulai serius mengutak-atik kode template sekitar beberapa tahun lalu. Waktu itu saya ingin blog terlihat lebih profesional untuk menampilkan review produk dengan menggunakan template bawaan. Selain itu,saya gunakan beberapa template gratis, lalu mulai mengubah bagian CSS dan HTML. Awalnya sering error dan tidak berfungsi, termasuk Widget yang tiba-tiba hilang, tampilan mobile berantakan, bahkan sekali sempat blog tidak bisa dibuka selama beberapa jam karena salah edit.
Pelan-pelan saya belajar dengan cara buka tutup, ini yang saya lakukan untuk belajar secara manual yaitu mode inspect element. Saya salin kode CSS atau HTMLnya lalu saya ubah langsung bagian yang ingin saya ubah. Dengan cara ini, saya bisa langsung melihat hasilnya.
Kalau Google menyediakan template premium resmi, prosesnya pasti lebih nyaman. Saya tidak perlu khawatir soal kompatibilitas. Update otomatis. Dokumentasi jelas. Dan yang paling penting, saya bisa fokus ke konten atau usaha, bukan terus-menerus memperbaiki tampilan. Bahkan cara seperti ini masih saya lakukan untuk mengubah tampilan blog saya ini, salah satu hasilnya adalah seperti yang terlihat pada blog Digital Poin ini.
Saya juga pernah membantu seorang teman yang ingin bikin situs kecil untuk menjual kerajinan tangan menggunakan platform ini. Dia tidak paham kode sama sekali. Kami akhirnya memakai template kustom yang sudah saya modifikasi. Hasilnya lumayan, tapi butuh waktu dua hari hanya untuk menyesuaikan tampilannya. Nah, kalau ada pilihan resmi dari Blogger untuk memilih template yang digunakan, mungkin cukup beberapa jam saja dan tanpa perlu ribet harus mengatur ini dan itunya.
Dampak Positif bagi Ekosistem Blogger
Kalau Google benar-benar menghadirkan pilihan template yang lebih beragam, terutama yang masuk kategori premium, saya yakin minat terhadap Blogger akan naik lagi, akan tumbuh lagi seperti tahun tahun sebelumnya. Banyak orang yang sudah pindah ke platform lain karena merasa Blogger ketinggalan zaman, mungkin ya. Padahal, kelebihan Blogger masih banyak, selain gratis untuk pemakaian dasar, platform ini terintegrasi dengan akun Google, dan cukup stabil.
Dengan adanya template siap pakai untuk berbagai kebutuhan, orang yang baru mulai tidak perlu langsung belajar coding. Mereka bisa langsung fokus ke isi. Pengembang blog agar tetap bisa berkreasi, karena template kustom di luar sana tetap punya pasar sendiri. Justru dengan adanya fitur baru ini, ekosistemnya bisa saling melengkapi.
Dari sisi Google sendiri kalau menurut saya ini peluang bisnis yang masuk akal. Menambahkan fitur premium dan memberikan label harga yang terjangkau akan menarik lebih banyak pengguna, sementara Google tetap mendapat pemasukan. Model seperti ini sudah biasa di platform lain, dan terbukti bisa berjalan.
Saya juga melihat peluang untuk komunitas. Kalau template resmi tersedia, tutorial dan panduan akan lebih banyak. Orang saling berbagi tips pemakaian, bukan hanya tips mengubah kode. Suasana di forum atau grup Blogger bisa hidup dan rame lagi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Kalau Fitur Ini Hadir
Tentu saja ada beberapa hal yang sebaiknya dipikirkan,bahkan banyak yang harus disiapkan. Kalau dari syarat dasarnya template premium harus tetap ringan supaya loading tidak lambat, harus responsif di berbagai ukuran layar. Dan yang penting, tetap mudah dikustomisasi untuk pengguna yang ingin mengubah warna atau font tanpa masuk ke kode.
Google juga perlu memastikan update template Blogger agar tidak merusak konten yang sudah ada, kecuali sudah di edit oleh pemiliknya. Pengalaman saya dengan template kustom mengajarkan bahwa perubahan kecil di sistem bisa berdampak besar di tampilan. Kalau dikelola dengan baik, masalah itu bisa diminimalkan.
Selain itu mengenai harga, harga menjadi faktor penting yang harus benar-benar dikaji. Kalau terlalu mahal, orang akan tetap mencari alternatif di luar. Kalau terlalu murah atau bahkan gratis semua, nilai premiumnya hilang. Keseimbangan yang tepat akan membuat banyak pihak senang, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.
Saya pribadi akan sangat menyambut kalau fitur ini muncul dan benar-benar disediakan oleh Blogger. Apalagi Blogger sudah menemani saya bertahun-tahun, dan aya ingin platform ini terus relevan, bukan hanya untuk nulis artikel biasa, tapi juga untuk kebutuhan website yang lebih beragam. Yaaa semoga saya kedepannya ada template untuk toko online, landingpage, dan sebagainya.
