Kode Tidak Penting yang Masih Digunakan oleh Blogger
Kalau sudah lama menggunakan Blogger, mungkin kamu pernah melihat URL blog yang memiliki tambahan ?m=1 atau ?m=0 di belakang URL. Bagi pengguna biasa, tambahan tersebut mungkin terlihat seperti sesuatu yang tidak penting. Namun bagi blogger yang memperhatikan struktur URL, SEO, dan pengindeksan, keberadaan parameter ini kadang cukup mengganggu.

Untuk kode ?m=1 dan ?m=0 bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan sejak awal saya ngeblog sampai sekarang, kode ini masih ada. Parameter tersebut sudah dikenal sejak zaman Blogger masih menggunakan konsep tampilan mobile dan desktop yang lebih terpisah.
Dua kode ini berkaitan dengan mekanisme tampilan Blogger, terutama untuk membedakan kondisi tampilan mobile dan desktop dalam sistemnya. Padahal teknologi web sekarang sudah berubah. Hampir semua template modern sudah menggunakan desain responsive yang mampu menyesuaikan tampilan berdasarkan ukuran layar, bukan lagi menggunakan URL berbeda hanya untuk menyesuaikan perangkat.
Apa Itu Kode ?m=1 dan ?m=0?
Kode ?m=1 dan ?m=0 adalah parameter yang dipasang di bagian belakang URL dan berkaitan dengan mekanisme tampilan Blogger.
Ketika sebuah URL Blogger memiliki tambahan ?m=1, parameter tersebut berkaitan dengan tampilan versi mobile. Sementara ?m=0 juga berkaitan dengan mekanisme tampilan yang digunakan Blogger.
Jadi, parameter tersebut bukan virus, bukan kode berbahaya, dan bukan pula tanda bahwa blog sedang diretas. Itu merupakan bagian dari mekanisme Blogger yang sudah lama digunakan sampai saat ini.
Sekarang Sudah Zaman Responsive
Pada zaman dahulu, konsep website mobile atau blog yang ditampilkan dalam versi mobile memang berbeda dengan sekarang. Sebuah website bisa mempunyai perlakuan khusus untuk perangkat desktop dan perangkat mobile. Karena itu, keberadaan parameter seperti ?m=1 masih mempunyai alasan.
Jika kode ?m=1 masih digunakan sampai sekarang, tentunya kondisinya sudah berbeda. Kalau hanya untuk menampilkan tampilan responsive, saat ini tidak perlu menambahkan parameter URL untuk menyesuaikan tampilan. Sudah ada CSS yang membantu tampilan menjadi responsive pada berbagai perangkat.
Begitu juga untuk tampilan URL-nya, template responsive dapat menggunakan satu URL yang sama untuk menampilkan halaman pada berbagai ukuran layar. Tampilan halaman akan menyesuaikan secara otomatis ketika dibuka melalui komputer, tablet, maupun smartphone.
Jadi jika dilihat dari sudut pandang pengguna modern saat ini, adanya URL tambahan seperti ?m=1 memang terasa kurang diperlukan. Ketika diakses oleh pengguna yang tidak tahu tentang Blogger, mungkin saja mereka akan bertanya-tanya, "Kok ada kode ininya?"
Apakah ?m=1 dan ?m=0 Membuat URL Berbeda?
Secara awam, ketika digunakan oleh orang yang tidak tahu tentang blog, URL seperti ini memang bisa terlihat aneh dan berbeda. Kok ada link seperti ini, untuk apa? Link ini valid nggak?
Contohnya di bawah ini:
https://contoh.blogspot.com/p/about.html
Kemudian muncul:
https://contoh.blogspot.com/p/about.html?m=1
Dan:
https://contoh.blogspot.com/p/about.html?m=0
Ketiganya memiliki alamat dasar yang sama, tetapi URL-nya tidak identik karena terdapat parameter setelah tanda tanya. Dalam proses crawling dan indexing, variasi URL seperti ini tetap perlu dipahami oleh mesin pencari.
Kenapa ini perlu diperhatikan? Kalau URL dengan tambahan ?m=1 dan ?m=0 berhubungan dengan SEO, tentu semakin banyak variasi URL yang dapat ditemukan, semakin banyak pula hal yang perlu diperhatikan ketika mengelola canonical, redirect, crawling, dan indexing.
Apakah Bisa Menyebabkan Masalah Canonical?
Sebenarnya, bukan berarti setiap ?m=1 atau ?m=0 pasti menyebabkan canonical error. Mesin pencari mempunyai mekanisme sendiri untuk menentukan URL kanonis dan memahami hubungan antara berbagai variasi URL.
Google sendiri menjelaskan bahwa canonicalization merupakan proses memilih URL representatif dari beberapa URL yang memiliki konten sama atau sangat mirip. Redirect dan rel="canonical" termasuk sinyal yang dapat membantu Google menentukan URL kanonis.
Namun, keberadaan variasi URL tetap dapat membuat pengelolaan canonical menjadi lebih rumit. Jika mesin pencari menemukan beberapa bentuk URL yang mengarah ke halaman yang sama, blogger perlu memastikan bahwa versi URL yang seharusnya dianggap utama dapat dikenali dengan benar.
Jadi, masalahnya bukan sekadar adanya karakter ?m=1, tetapi bagaimana berbagai versi URL tersebut ditemukan, dirayapi, diarahkan, dan diperlakukan sebagai URL kanonik.
Apakah Bisa Menyebabkan Redirect?
Parameter tersebut juga tidak otomatis berarti akan terjadi redirect. Redirect merupakan proses ketika sebuah URL mengarahkan pengunjung atau crawler ke URL lain.
Dalam praktiknya, Blogger memang menggunakan mekanisme redirect untuk menangani versi mobile. Ketika Blogger mendeteksi akses mobile, URL dapat diarahkan ke URL dengan parameter ?m=1. Google Search Central Community juga menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari cara kerja Blogger dan bahwa URL tanpa ?m=1 biasanya tetap menjadi versi kanonis.
Kondisi seperti ini bisa terlihat membingungkan, terutama ketika blogger sedang memeriksa URL melalui browser, Search Console, atau laporan pengindeksan.
Jika terlalu banyak variasi URL muncul, pengelolaan situs menjadi lebih ribet karena kita harus memahami URL mana yang sebenarnya digunakan sebagai URL utama dan URL mana yang hanya merupakan variasi.
Apakah Bisa Menyebabkan Kesalahan Pengalihan?
Di sinilah hubungan antara ?m=1 dan laporan Kesalahan Pengalihan di Google Search Console menjadi menarik. Kemunculan ?m=1 memang dapat berkaitan dengan proses redirect pada Blogger, tetapi bukan berarti setiap URL yang menggunakan parameter tersebut mengalami kesalahan pengalihan.
Google Search Central Community memiliki panduan khusus mengenai situs Blogger yang mengalami laporan Redirect error. Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa Blogger masih menggunakan mekanisme URL mobile terpisah dan bahwa URL desktop dapat mengalami redirect ke URL dengan ?m=1. Kondisi ini dapat membuat Search Console menampilkan laporan redirect error meskipun redirect tersebut merupakan bagian dari mekanisme Blogger.
Kasus serupa juga masih muncul dalam laporan pengguna Blogger pada 2026. Beberapa pengguna melaporkan URL normal mendapatkan status Redirect error, sementara versi ?m=1 dapat dibuka atau bahkan terindeks. Dalam salah satu diskusi September 2026, respons dari Product Expert Google Search Central menjelaskan bahwa redirect tersebut merupakan bagian dari mekanisme Blogger dan dapat membuat Search Console menampilkan laporan tersebut.
Karena itu, ketika Google Search Console menampilkan status Kesalahan Pengalihan pada URL Blogger, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah ?m=1. Periksa terlebih dahulu URL yang dilaporkan, URL tujuan pengalihan, serta hasil pemeriksaan URL tersebut di Search Console.
Pada Blogger, URL tanpa ?m=1 dan URL dengan ?m=1 memang dapat terlibat dalam mekanisme versi mobile dan canonical. Kondisi tersebut bisa terlihat seperti masalah redirect ketika diperiksa di Search Console, padahal belum tentu menunjukkan adanya kerusakan pada blog.
Yang perlu dibedakan adalah redirect yang memang merupakan bagian dari mekanisme Blogger dengan redirect error yang benar-benar gagal diselesaikan. Jika pengalihan berakhir pada URL yang benar dan canonical dapat dikenali dengan baik, keberadaan ?m=1 sendiri bukan bukti bahwa blog mengalami masalah pengalihan.
Apakah Berpengaruh terhadap SEO?
Keberadaan ?m=1 atau ?m=0 bukan berarti sebuah blog otomatis mendapatkan hukuman SEO. Parameter URL sendiri bukan sesuatu yang membuat blog langsung turun peringkat.
Yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan URL secara keseluruhan. Mesin pencari harus bisa memahami bahwa beberapa URL tersebut sebenarnya merujuk pada halaman yang sama atau berkaitan dengan versi tampilan tertentu.
Google menjelaskan bahwa adanya beberapa URL untuk konten yang sama merupakan hal yang dapat terjadi, termasuk karena adanya variasi perangkat. Google kemudian melakukan canonicalization untuk menentukan URL yang dianggap sebagai versi representatif.
Karena itu, jangan menganggap setiap URL dengan ?m=1 sebagai error SEO. Yang lebih tepat adalah melihatnya sebagai variasi URL yang dapat menambah kompleksitas pengelolaan crawling dan indexing.
Kenapa Tidak Dihilangkan Saja?
Ini bagian yang sering membuat pengguna Blogger bertanya-tanya. Kalau template sudah responsive dan satu halaman dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran layar, rasanya memang lebih sederhana jika URL tidak perlu membawa parameter tambahan untuk membedakan perangkat.
Platform seperti WordPress pada umumnya tidak membutuhkan URL artikel dengan pola ?m=1 hanya untuk menampilkan versi mobile. Tampilan responsive biasanya ditangani oleh tema dan CSS, sementara struktur URL artikel dapat tetap bersih sesuai pengaturan permalink.
Namun, di Blogger bukan sekadar template atau kode CSS yang berlaku. Parameter tersebut merupakan bagian dari sistem Blogger sehingga menghapus teks ?m=1 atau ?m=0 dari URL secara sembarangan tidak sama dengan menonaktifkan mekanisme yang menghasilkan parameter tersebut.
Haruskah Blogger Menghapusnya?
Dari sudut pandang pengguna, URL yang bersih tentu lebih enak dilihat dan lebih mudah dibagikan. Tetapi menghapus ?m=1 tersebut secara paksa melalui JavaScript atau modifikasi template juga bukan solusi yang otomatis lebih baik.
Jika parameter tersebut memang dihasilkan oleh sistem Blogger, cara paling aman adalah membiarkan Blogger menangani mekanisme URL dan memastikan template menggunakan desain responsive dengan struktur halaman yang baik.
Jangan sampai hanya demi menghilangkan beberapa karakter di belakang URL, justru dibuat script tambahan yang mengubah URL secara paksa dan menghasilkan masalah baru.
Kode Lama yang Masih Bertahan
Parameter ?m=1 dan ?m=0 memang bukan kode berbahaya sampai saat ini. Keduanya juga bukan penyebab otomatis terjadinya error indexing, duplicate content, canonical, maupun redirect.
Namun, di tengah perkembangan web yang sudah sangat mengandalkan desain responsive, keberadaan parameter tersebut memang terasa seperti peninggalan dari era sebelumnya. Pengguna Blogger akhirnya harus berhadapan dengan variasi URL yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan oleh pengguna website modern pada umumnya.
Jadi, kalau ada yang bertanya mengapa Blogger masih menggunakan ?m=1 dan ?m=0, jawabannya berkaitan dengan sistem tampilan yang sudah lama menjadi bagian dari platform tersebut. Bagi Blogger, mungkin mekanisme itu masih mempunyai fungsi tertentu. Tetapi bagi pengguna yang menginginkan URL sederhana, bersih, dan mudah dikelola, parameter tersebut memang terasa seperti sesuatu yang sudah waktunya dipensiunkan.
Jadi, parameter ?m=1 dan ?m=0 adalah bagian dari mekanisme Blogger untuk menangani kondisi tampilan mobile dan desktop. Keduanya bukan kode berbahaya dan tidak otomatis menyebabkan masalah SEO. Namun, karena parameter tersebut menghasilkan variasi URL, keberadaannya dapat membuat pengelolaan canonical, redirect, crawling, dan indexing menjadi lebih kompleks.
Apalagi di era template responsive, satu URL sebenarnya sudah cukup untuk melayani berbagai ukuran layar. Inilah yang membuat parameter seperti ?m=1 dan ?m=0 terasa kurang relevan bagi sebagian pengguna Blogger.
Blogger boleh saja mempertahankan sistem lamanya, tetapi dari sisi pengguna, tentu akan jauh lebih sederhana jika platform memberikan pengaturan yang jelas untuk menggunakan URL yang bersih tanpa harus berurusan dengan parameter tambahan tersebut.
Recibe un abrazo desde México.