Skip to main content

Penyakit Wasir atau Ambeien yang Menyiksa dan Berakhir Di Meja Operasi

Penyakit Wasir atau Ambeien yang Menyiksa dan Berakhir Di Meja Operasi

Beberapa tahun merasakan sakit dan perihnya, ambien atau wasir yang berada didalam anusku, kini sudah tidak ada lagi. Semua penderitaan itu pun berakhir setelah saya menjalani operasi pemotongan ambeien. Penyakit ambeien atau wasir ini sudah saya alami sejak kuliah dulu, tepatnya tahun 2003. Selama kurang lebih 15 tahun, rasa tidak nyaman, perih dan kadang berdarah selalu saya rasakan di bagian anus.

Inilah kisah tentang ambeien yang saya alami bertahun-tahun dan pada tahun 2018, semuanya berakhir.

Mungkin sebagian teman-teman sudah mengetahui tentang penyakit yang satu ini. Benjolan yang biasanya ada di bagian dubur, ada didalam atau diluar. Dan untuk saya, wasir yang saya miliki ada dibagian dalam, jadi masih lumayan nyaman lah buat duduk. Hehehe

Bayangin saja kalau wasirnya ada dibagia luar anus, sungguh lebih menyiksa dan tidak nyaman. Kalau saat buang air besar, tentunya sama-sama tidak nyaman, perih, dan terkadang mengeluarkan darah, netes.

Apa Itu Wasir?

Penyakit ini memiliki 3 nama sebutan yaitu wasir, ambeien, dan hemoroid. Ketiga sebutan ini sama-sama mememiliki arti yang sama. Wasir atau ambeien biasanya digunakan oleh masyarakat luas untuk menyebut penyakit yang satu ini. Sedangkan hemoroid digunakan di dunia medis.

Wasir adalah pembuluh darah yang membengkak dan biasanya terjadi peradangan yang terdapat di anus. Ada 2 wasir yang biasanya timbul yaitu wasir bagian luar atau dalam dunia medis disebut hemoroid eksterna dan wasir bagian luar atau hemorois interna.

Kedua jenis wasir ini sama-sama memiliki gejala yang sama dan rasa tidak nyaman yang sama. Begitu juga dengan perihnya, sama-sama perih. Dan juga sama-sama mengeluarkan darah, bahkan terjadi perdarahan. Namun yang membedakan hanyalah lokasi atau tempatnya saja, luar dan dalam.

Sedangkan untuk wasir saya adalah wasir dalam atau wasir interna. Penyakit ini bersarang ketika saya masih kuliah dulu, tepatnya pada tahun 2003. Awal-awal mengalami ambeien ini, masih tidak terasa sakit hanya ada benjolan kecil di dubur yang teraba saat membersihkan bab.

Awalnya saya tidak merasa khawatir dengan adanya benjolan tersebut. Namun lama-kelamaan, saya merasakan perih dibagian anus. Benjolan yang ada masih terasa dan ukurannya masih tetap. Padahal sebelumnya saya tidak merasakan apa-apa.

Setiap hari, terutama selesai makan pagi, adalah saat-saat yang mecekam karena khawatir bab dan biasanya saya memang rutin bab di pagi hari. Cemas, takut, khawatir jadi satu. Bahkan saya sering menahan untuk tidak bab.

Malah masalah tambah rumit! Saat menahan bab memang bisa namun keadaan yang memang harus dan mau tidak mau harus dikeluarkan. Dan setelah dikeluarkan, bab jadi alot, keras, dan otomatis perih melanda. Bab jadi tidak nyaman, duduk gelisah, dan saat keluar sedikit demi sedikit ada darah segar yang menetes.

Melihat darah yang menetes membuat saya semakin cemas dan khawatir. Dan akhirnya saya pun periksa ke dokter umum. Dokter tersebut mendiganosa kalau benjolan yang ada di dubur saya adalah wasir.

Sebelum memberikan obat, dokter tersebut berpesan agan menjaga makan. Makan sayur, buah, perbanyak minum, kurangi duduk lama, jangan makan pedas, dan olahraga. Waktu itu, obat yang diberikan ke saya adalah anti nyeri dan obat pelunak feses agar saat bab tidak terlalu sakit.

Anjuran dokter saya lakukan dengan baik. Makan sayur, buah, banyak minum air putih, tidak makan pedas dan minum obat. Dan hasilnya yess! Keluhan ambeien saya hilang. Namun benjolan tetap ada.

Oiya dokter tersebut menyebutkan kalau benjolan wasir tidak akan hilang namun bisa ditunda agar tidak membesar dengan cara mengatur pola makan dan menjaga aktivitas setiap harinya.

Beberapa bulan kemudian...

Alhamdulillah saya sudah tidak merasakan sakit dibagian anus saya, baik itu saat bab atau duduk terlalu lama. Meskipun benjolan wasir agak membesar.

Dasar saya! Setelah merasakan kenyamanan dan tidak ada keluhan. Saya pun tidak memperhatikan lagi pola makan saya. Semuanya saya makan, termasuk masakan-masakan pedas, rujakan, bakso, dan semuanya. Hingga petaka itu datang lagi.

Saat buang air besar saya merasakan panas dibagian dubur dan perih. Sepertinya benjolan wasir terasa membengkak. Meski proses buang air besar tidak nyaman, saya masih bersyukur karena tidak ada darah yang menetes. Dan juga benjolan yang keluar saat bab ini masih bisa masuk dengan sendirinya.

Namun kekhawatiran saya masih berlanjut, khawatir ada perdarahan banyak yang keluar saat bab. Meski makan sudah mulai tidak teratur, semuanya di makan. Akhirnya saya memutuskan selesai makan untuk mengkonsumsi minuman berserat. Waktu itu namanya adalah Vegeta.

Dengan bantuan vegeta ini, saya merasa tidak khawatir lagi. Bab selalu lunak dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Beberapa bulan minum vegeta akhirnya kandas juga. Karena minuma ini tidak bisa membantu lebih lama. Saya kembali merasakan sakit, perih dan bengkak saat bab.

Mungkin semua ini terjadi karena pola makan saya yang sembarangan. Terutama makan-makanan pedas, dan minum kopi. Dan benjolan di anus semakin lama semakin membesar, bengkak. Sampai saya lulus kuliah...

Saya tidak tahu pasti, namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia ini. Saya menjalani semuanya dengan kadang nyaman, tidak nyaman, berdarah, menangis karena perihnya luka di wasir, dan semakin lama wasir ini semakin membesar.

Saking besarnya, saat bab pun susah banget untuk keluar dan perih. Benjolan yang membesar itu pun sudah tidak bisa masuk sendiri dan harus dimasukkan dengan tangan. Bahkan untuk posisi duduk saat bab pun sudah berubah, yang awalnya bisa jongkok penuh, sekarang hanya separuh jongkok dengan tujuan agar tidak terlalu sakit saat bab.

Beberapa tahun kemudian...

Minum obat? Iya, saat benar-benar kambuh dan ada gangguan yang berat, saya rutin minum obat oral, Ardhium namanya, 3x1 dan memasukkan obat suppositoria atau obat supp yang dimasukkan melalui dubur, namanya Borraginol, ada dua jenis yaitu Borraginol-N dan Borraginol-S.

Untuk minum obat wasir ini saya tidak rutin, hanya jika ada keluhan saja. Selain itu juga makan sayur, dan sedikit menghindari makanan pedas.Karena bagaimanapun juga makan kalau tidak ada rasa pedasnya itu kurang nikmat. Maksimal 1 cabe lah dalam satiap makan.

Kombinasi inilah yang selalu saya lakukan, mengatur pola makan yang acak adul alias tidak teratur, minum kopi, jarang olahraga, dan minum obat kalau kambuh. Padahal makanan yang tidak boleh di makan jika sudah ada wasir itu wajib hukumnya untuk dilakukan, tidak boleh di makan.

Tapiii yang namanya orang, pasti bakalan ada yang tahan jika hanya makan nasi, sayur, ikan tanpa ada rasa pedas. Oiya selain itu juga katanya sih tidak boleh makan jeroan. Lah padahal bagian-bagian ini adalah kesukaan saya, bagaimana mungkin saya menghindarinya?

Bertahun lamanya menjalin hidup ini dengan suka dan duka karena hemoroid. Namun saya tetap semangat dan optimis pasti semua ini akan berakhir. Saya lalui hidup penuh bahagia, anggap tidak terjadi sesuatu dengan saya, padahal menahan ketidaknyamanan.

Pernah suatu hari dan ini sering terjadi saya mau berangkat kerja, saya selalu rutin mampir ke wc dan saya merasakan perih pada bagian anus saya. Cemas tentunya... Dan selesai dari wc, mandi, berangkat kerja. Nah saat berangkat kerja dengan roda dua inilah yang membuat posisi duduk saya tidak nyaman.

Miring ke kanan dan berubah sesekali ke posisi kiri. Begitu seterusnya agar posisi duduk tetap nyaman. Jadi yang dibuat untuk duduk itu adalah pantat kanan atau kiri dengan posisi agak miring. Sungguh keadaan ini sangat menyiksa.

Begitu juga saat duduk di kursi, mencari posisi duduk yang nyaman. Namun mau tidak mau terpaksa saya lebih banyak berdiri.

Pada tahun 2018 penderitaan ini semakin menjadi. Bagaimana tidak, tidak hanya posisi duduk saja yang tidak nyaman, posisi tidur saja juga sudah tidak nyaman karena hemoroid yang biasanya bisa dimasukkan dengan tangan, kini sudah tidak bisa masuk penuh. Perih berkepanjangan, bahkan di buat mau kentut saja sudah aga susah. Stress...

Segala posisi sudah saya lakukan agar membuat diri ini menjadi lebih nyaman, namun gagal. Sampai posisi sujud pun yang biasanya nyaman juga sudah terasa tidak nyaman.

Hingga akhirnya pada bulan Juli 2018, saya nekad yang sebenarnya tidak saya inginkan. Saya sampaikan ke istri saya agar segera di operasi. Yes! Inilah kenekatan pertama dalam hidup saya. Mau tidak mau harus dilakukan, dan saya tetap berdoa agar semua lancar sesuai keinginan saya dan istri saya tersayang...

Tepatnya pada tanggal 13 Juli 2018 operasi pun dilakukan...

Apa persiapan saya sebelum di operasi? Optimis dan yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan sangat lancar dan aman. Minta doa ke orang tua dan saudara. Dan tentunya ada istri saya yang menemani dan memberikan support terbaik buat saya... Sayang banget nih.

Proses operasi pun berjalan dengan lancar... Alhamdulillah. Kurang lebih 3 jam dengan waktu pemulihannya, saya pun kembali ke ruang perawatan sebelumnya. Dan apa yang terjadi selanjutnya?

Bersambung dulu ya... Next Articles berapa lama proses penyembuhan wasir setelah di operasi, keluhan setelah operasi wasir, dan racikan tradisional untuk mengobati wasir yang saya dapatkan setelah operasi. Ternyata wasir itu bisa hilang dengan racikan tradisional ini... Yuk ditunggu ya artikel berikutnya...

Belum ada Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini