Skip to main content

7 Aturan Privasi Whatsapp yang Wajib Diketahui

7 Aturan Privasi Whatsapp yang Wajib Diketahui

Beberapa hari terakhir ini, ramai diberitakan tentang aturan Whatsapp yang baru. Aturan ini membahas tentang kebijakan privasi Whatsapp yang wajib dipatuhi oleh semua penggunanya. Meskipun dalam kebijakan tersebut, Whatsapp (WA) menyebutkan hanya teruntuk akun bisa yang terdampak dengan aturan baru ini. Namun pada kenyataannya tidak, pihak WA akan memberlakukan aturan tersebut kedalam platformnya yaitu Whatsapp Bisnis dan Whatsapp Personal.

Tentunya bagi Anda yang sudah mengetahui atau membaca poin-poin dalam aturan baru Whatsapp tersebut, mungkin tidak terima karena didalam aturan itu ada data pengguna yang seakan-akan diobok-obok oleh pihak Facebook sebagai pemilik aplikasi chatting ini.

Namun, pihak WA mengklaim kalau aturan terbaru yang mereka buat dan dimasukkan dalam Terms & Conditions ini menyebutkan, mereka hanya memberlakukan aturan pada perpesanan bisnis yang terjadi. Dan tidak mempengaruhi perpesanan secara personal atau private.

Dengan kata lain, diluar percakapan bisnis, aturan baru ini tidak berlaku dan percakapan yang terjadi tetap dalam mode terenkripsi end-to-end.

Pertanyaannya: Benarkan Berlaku Seperti itu?

Jika konteks percakapan bisnis dalam WA saja bisa diberlakukan dan bisa di atur sedemikian rupa, apakah percakapan yang lainnya masih bisa dikatakan aman? Toh yang bikin aplikasi ini dan yang mengatur semua script yang ada di aplikasi adalah dari mereka. So? Tentunya dengan mudah mereka juga bisa mengubah perpesanan yang terenkripsi menjadi terbuka.

Masih amankah jika sudah seperti itu? Jika memang tidak ada kebocoran data atau tiba-tiba banyak pengguna yang merasa dirugikan dengan keadaan seperti itu, maka bisa dikatakan WA sudah tidak aman dan tidak nyaman.

Dan sayangnya juga, ketika kebijakan privasi Whatsapp yang baru ini berlaku yang rencananya akan diterbitkan pada tanggal 8 Februari 2021, tidak ada pilihan bagi penggun untuk tidak menyetujui jika ingin masih menggunakan aplikasi chat ini.

Bagaimana tidak, jika pengguna tidak menyetujui aturan baru ini, maka mereka tidak akan bisa menggunakan aplikasi ini secara penuh. Tidak bisa melakukan chatting dan telepon. Apakah akunnya juga di blogkir atau di hapus?

Tidak, akun pengguna masih tetap aktif dan masih bisa membuka aplikasi ini ponsel mereka masing-masing. Namun hanya sebatas membuka dan melihatnya saja. Sedangkan untuk menggunakan fitur chatting dan telepon, sudah tidak bisa.

Sampai kapan pengguna bisa menggunakan fitur chatting dan telepon di akun WA mereka? Tentunya sampai pengguna menyetujui pembaruan dari aturan baru yang sudah dibuat oleh WA tersebut.

Sebebanrnya apa saja sih aturan baru Whatsapp ini, kok sampai banyak yang mengatakan kalau aturan yang dibuat ini bisa merugikan pengguna WA itu sendiri? Nah mengutip dari sumber CNBC Indonesia menyebutkan ada 7 poin kebijakan privasi Whatsapp ini yaitu:

1. Perubahan Kebijakan Privasi

Pihak Whatsapp akan memberlakukan 3 kebijakan baru yaitu:

  1. Bagaimana perusahaan memproses data pengguna.
  2. Bagaimana layanan Facbeook menyimpan dan mengelola obrolam bisnis di Whatsapp.
  3. Integrasi aplikasi WA dengan produk Facebook lainya.

2. Data Whatsapp yang Dikumpulkan

Dalam kebijakan barunya ini, Whatsapp akan mengumpulkan data-data berupa perangkat yang digunakan pengguna, browser yang digunakan, informasi jaringan internet, bahasa dan zona waktu, dan alamat IP.

3. Informasi yang Dibagikan ke Facebook

Semua data yang ada di Whatsapp dalam hal ini yang berhubungan dengan perpesanan bisnis, akan dibagikan ke Facebook.

4. Data yang Akan Disimpan Wahtsapp

Seperti yang disebutkan sebelumnya, semua data dari pengguna yang meliputi alamat IP, dan bahkan kode area dari nomor ponsel yang digunakan akan tersimpan secara otomatis, meskipun pengguna tidak mengaktifkan fitur lokasi.

5. Hati-hati Menggunakan Whatsapp Bisnis

Dengan adanya perubahan ini dan pihak WA berfokus pada perpesanan bisnis, maka ketika pengguna berinteraksi dengan menggunakan WA Bisnis, beberapa pengguna lainnya bisa melihat konten Anda.

6. Iklan Whatsapp

Kebijakan baru ini belum mencantumkan iklan kedalam aplikasi WA.

7. Hapus Akun Tidak Menjamin Data Aman

Apapun keadaannya, jika kebijakan baru ini sudah berlaku dan pengguna tidak ingin menggunakan aplikasi ini dengan cara menghapusnya, belum tentu data lama yang tersimpan terhapus juga.

Serba repot juga kan? Mau tidak mengikuti aturan ini, data masih ada. Mau menyetujui aturan baru ini, data juga belum tentu aman. Lalu bagaimana solusi?

Solusi terbaik adalah tetap menggunakan aplikasi ini sampai batas waktu kebijakan baru itu keluar. Seperti apa nantinya aturan itu berlaku. Jika aturan itu dirasa merugikan atau Anda mulai ragu untuk menggunakan Whatsapp karena keamanan dan kenyamanan, lebih baik hapus saja.

Terakhir, tentunya sebuah kebijakan yang dibuat oleh sebuah perusahaan besar tidak akan dibuat hanya untuk kepentingannya sendiri. Jika mereka masih bisa berpikir secara akal sehat, tentunya keamanan dan kenyamanan pengguna dalam menggunakan layanananya tersebut tetap diutamakan.

Jika masalah kemanan dan kenyamanan saja sudah menjadi ancaman, maka mereka juga harus mempersiapkan diri untuk kehilangan jutaan penggunanya.

2 Komentar

  1. ini yang lagi rame, pas udah banyak pengikut malah jadi kayak semena2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe mungkin bagi yang punya ada keuntungan yang didapat bang :)

      Hapus